Permainan Tradisional Indonesia, Hiasi Masa Kecil Yang Indah

Masih terekam jelas kenangan masa kecil yang bahagia di benak saya. Kenangan itu begitu melekat kuat di ingatan saya walau sudah puluhan tahun berlalu. Ingatan itu tersusun apik di sela-sela memori ingatan saya mengenang masa lalu ketika bertemu dengan sahabat-sahabat lama.

Masa kecil saya habiskan di tanah yang subur dan sejuk di bawah kaki gunung Sibayak, Sumatera Utara. Berasal dari desa yang kaya akan budaya dan kearifan lokalnya, saya merasa sangat bersyukur. Dulu, handphone atau gadget tidak sepopuler sekarang, bahkan sangat jarang anak-anak yang menyentuh handphone bahkan melihatnya pun belum pernah.

Tanpa gadget tidak mengurangi keceriaan kami. Bahkan setiap waktu gelak tawa dan senda gurau yang terdengar. Mengingat itu, saya juga bersyukur masih bisa merasakan bermain ceria dengan anak-anak seusia saya saat itu.

Permainan yang kami mainkan sangat beragam. Saya memang tidak tahu darimana asal muasal permainan itu. Siapa yang menciptakan permainan yang begitu mengumpulkan rasa bahagia anak-anak, saya tak pernah ingin tahu juga saat itu. Permainan itu begitu mengalir dan mendarah daging dibenak setiap anak di desa. Saat itu saya masih duduk di sekolah dasar. Masa yang sangat indah memainkan beragam permainan.

Salah satunya permainan dengan menggunakan karet gelang. Permainan menggunakan karet gelang ini pun beragam. Karet gelang disambung-sambung menjali tali yang panjang dan kuat, dan akhirnya kami bermain lompat tali. Kami membentuk dua kubu yang saling berlawanan. Dalam penentuan siapa yang jaga dan siapa yang main, maka biasanya kami melempar koin mengarah ke langit biru dan melihat sisi mana yang terlihat setelah kembali ke dasar bumi.

lompat tali

Horeee.. tim saya yang mendapat giliran pertama untuk main. Tim lain bersiap menunjuk dua orang yang bertugas untuk memutar tali. Tali mulai diputar dan siap-siap masuk ke putaran tali tersebut. Satu orang sudah masuk dan mulai melompat mengikuti putaran tali. Satu persatu harus masuk sampai selesai hitungan target misalkan sampai hitungan ke 50 maka yang pertama keluar dari putaran tali dan yang lainnya melanjutkan sampai selesai hitungan. Bila tidak sampai hitungan ke 50 sudah menyerah atau kaki mengenai tali maka dinyatakan kalah dan tim akan berganti.

loncat tali2

Selain itu, model permainan lompat tali yang lain ada juga. Masih membentuk dua tim. Tim yang jaga akan menunjuk dua orang yang paling tinggi di tim nya untuk memegang tali. Kali ini tali tidak diputar. Tapi tali ditarik oleh dua orang tersebut, selanjutnya secara bertahap tim yang main akan melompati tali mulai dari tahap tali diletakin di mata kaki yang jaga, selanjutnya di lutut, di pinggang, di dada, di bahu, di telinga, di kepala dan paling tinggi tali diangkat oleh tangan tinggi setinggi-tingginya dan tim yang main harus bisa melewati tali yang tinggi tersebut. Khusus untuk tahap tali diangkat oleh tangan setinggi-tingginya ini, tim yang main melewatinya dengan cara jungkir balik. Jarang yang bisa melewati tahap akhir ini, apalagi petugas yang jaga tinggi badannya memang lebih tinggi dari yang main. Jika tidak bisa melewati tahap ini yeah.. harus pasrah untuk bertukar posisi menjadi tim yang jaga. ^^

Bermain itu sangat menyenangkan. Hari berganti tak terasa karena beragamnya permainan yang mengisi hari-hari saya waktu itu. Ada saja yang kami lakukan, jam istirahat adalah waktu yang ditunggu-tunggu, apalagi sebelum jam pelajaran dimulai saja kami sudah sepakat dan membentuk tim untuk berlaga saat jam istirahat.

Lonceng sekolah berbunyi semua pasti bersorak dan bergegas ke lapangan rumput depan sekolah. Dua tim yang terbentuk langsung mengambil lapak yang paling landai, rumputnya yang paling tebal sehingga bila terjatuh ketika melompat tidak luka parah dan tidak sakit. Kami berebut tempat yang strategis dengan kelompok lain yang juga ingin bermain.

Kami harus mengalah dengan kakak kelas yang menganggarkan keseniorannya dalam perebutan lapak. Yeahh.. yang kecil harus mengalah.. walaupun demikian tidak mengurangi keceriaan kami saat itu. Hal itu bukan masalah besar yang perlu dipikirkan. Yang menjadi fokus adalah bagaimana untuk menang. Imbalannya kali ini adalah siapa yang menang akan digendong oleh tim yang kalah, hahaha.. menarik sekali,bukan? Setidaknya kami berharap tidak menggendong tim yang menang keliling lapangan.. hahaha..

Hari-hari itu membekas sampai sekarang, selain lompat tali masih banyak sekali permainan yang kami lakukan. Seperti main engklek, congklak, patuk lele, tepok gambar, petak umpet saat menanti senja, lempar batu, main kelereng, pecah piring, balap karung, ular naga sampai permainan-permainan yang saya sudah lupa namanya sama sekali namun cara bermainnya pastinya masih teringat dan melekat di ingatan.

Sayangnya, semua permainan itu semakin memudar tergerus waktu. Banyak sekali anak-anak sekarang sudah tak mengenal permainan yang popular di seluruh pelosok negeri saat itu. Permainan itu tergerus oleh perkembangan teknologi yang semakin merenggut kepopulerannya di kalangan anak-anak.

Permainan tradisional ini merupakan salah satu elemen yang memberikan daya tarik tersendiri bagi Indonesia. Memperkenalkan permainan tradisional Indonesia ke seluruh penjuru merupakan tugas kita para anak bangsa yang bangga akan hasil daya kreativitas tradisi. Dengan memupuk keberadaan permainan tradisional Indonesia akan menjadi salah satu menjaga dan meningkatkan daya minat para pejalan menikmati Indonesia.

Post Navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *